Tumpeng Mini Kamal Muara Kapuk Muara Pejagalan Penjaringan Pluit

tumpeng mini jakarta
tumpeng mini jakarta

 

Tumpeng Mini Kamal Muara Kapuk Muara Pejagalan Penjaringan Pluit

Memahami Tumpeng

Seringkali kita melihat gunung beras kuning atau nasi putih berbentuk kerucut pada perayaan hari-hari khusus. Gunung beras ini kemudian juga dilengkapi dengan berbagai lauk pauk dan garris deri aneka sayuran. Gunungannasi hiasan ini dikenal sebagai Beras Tumpeng.

Rice cone adalah hidangan pleno yang merupakan warisan leluhur yang memiliki makna sangat tinggi dan memiliki nilai sakral. Mengapa demikian ?

Karena kerucut nasi yang memang dibuat untuk acara perayaan memiliki makna dan makna yang lebih menunjukkan rasa terima kasih kepada Tuhan. Jadi cara membuatnya harus mengikuti standar yang ada.

Beberapa Tumps yang berbentuk kerucut itu mengandung makna ‘tuntun kepada Allah SWT’, sebagai pusat ungkapan terima kasih. Sehingga Tumpeng yang digunakan untuk Tasyakuran, cenderung berbentuk kerucut.

Tetapi berbeda dengan beras Tumpeng untuk acara yang lebih modern, misalnya untuk ulang tahun anak-anak, dan lain-lain, maka beras Tumpeng cenderung lebih dimodifikasi. Misalnya dalam bentuk kotak, boneka, dan sebagainya.

Lauk pauk yang digunakan dalam dekorasi Tumpeng sudah memiliki aturan tradisional. Nasi Tumpeng untuk program Tujuh Bulanan Tasyakuran misalnya, hidangan pauknyapun akan berbeda dari program Nasi Tumpeng Tasyakuran Pindah Rumah.

Sesuai dengan aturan tradisional lauk pauk kerucut harus mengandung beberapa elemen, yaitu:

1. Unsur-unsur dari tanah dalam bentuk umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, kacang tanah dan kacang kedelai.

2. Unsur-unsur dari tanah di atas dalam bentuk sayuran.

3. Unsur hewani berupa ayam, sapi, dan telur.

4. Unsur laut berupa aneka makanan laut atau makanan laut seperti ikan asin atau udang.

Semua elemen ini mewakili representasi dari semua hal yang manusia tawarkan kepada Yang Mahakuasa.

Mengenai jenis masakan, selalu dapat disesuaikan dengan rasa atau asal daerah. Misalnya kerucut nasi kuning Jawa, misalnya, bisa dipilih lauk ayam ingkung, tempe kering / kentang, sambal goreng, hati gizzard, kue kentang, urat nabati, telur pindang, daging serundeng, ikan petek asin atau udang goreng.

Nasi dan lauk dengan pelengkap tumpeng memiliki beberapa makna simbolis, termasuk:

1. Nasi putih melambangkan semua yang kita makan, menjadi darah dan daging harus dipilih dari sumber yang bersih atau halal.

2. Ayam: ayam jantan (ayam jantan) yang dimasak ingkung utuh dengan bumbu kuning / kunyit dan diberi areh (kaldu santan kental), merupakan simbol pemujaan kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh (manekung) dengan hati yang tenang (wening). Ketenangan pikiran dicapai dengan mengendalikan diri sendiri dan bersabar (merasakan “perasaan”).

3. Ikan asin (ikan teri / pethek), bisa digoreng dengan tepung atau tanpa tepung. Ikan asin hidup di laut dan selalu berkelompok yang melambangkan kebersamaan dan keharmonisan.

4. Telur: telur pindang rebus, mata tidak digoreng atau daging sapi, dan disajikan utuh dengan kulitnya, sehingga tidak dipotong – makan jadi harus dikupas dulu. Ini melambangkan bahwa semua tindakan kita harus direncanakan (dikupas), dilakukan sesuai rencana dan dievaluasi demi kesempurnaan. Piwulang Jawa mengajarkan “Tata, Titi, Titis dan Tatas”, yang berarti etos kerja yang baik adalah pekerjaan yang direncanakan, cermat, perhitungan yang tepat, dan diselesaikan secara menyeluruh. Telur juga melambangkan manusia yang diciptakan oleh Tuhan dengan derajat yang sama (fitrah), perbedaannya hanya kesalehan dan perilaku.

5. Sayuran dan Urab-uraban: Sayuran yang digunakan meliputi bayam air, bayam, kacang panjang, tauge, kluwih dengan parutan kelapa atau saus urap. Sayuran juga mengandung simbol termasuk:

Sebuah. Kangkung berarti jinangkung yang berarti perlindungan, tercapai.

b. Bayam (bayem) berarti tentrem tenang,

c. Tauge / cambah yang berarti tumbuh,

d. Kacang panjang berarti pemikiran inovatif

Tumpeng biasanya ditempatkan di niru atau tampah dengan daun pisang. Kerucut nasi ditempatkan di tengah kemudian berbagai lauk diatur dalam lingkaran di samping. Anda juga dapat menambahkan lauk tambahan dalam wadah terpisah.

Sebagai hiasan, biasanya digunakan oleh beberapa sayuran atau garnisun daun. Daun peterseli, wortel, lobak, sawi, mentimun Jepang, kacang panjang, dll. Dapat dibentuk dan didekorasi menjadi dekorasi yang indah di Tumpeng.

Langkah-langkah untuk membuat Tumpeng

Berikut ini adalah langkah-langkah dalam membuat Tumpeng sehingga waktu yang digunakan lebih efisien dan garnisun yang digunakan dapat menjadi hasil yang sempurna:

1. Tentukan terlebih dahulu tema dan tujuan pembuatan Tumpeng (Ubin Ulang Tahun, Thanksgiving Tujuh Bulanan, dll.)

2. Tentukan anggaran Tumpeng sesuai tema. Karena Tumpeng Modern dan Tumpeng Tradisional akan berbeda dalam menentukan anggaran.

3. Sesuaikan Budget Tumpeng dengan menu makanan pendamping Tumpeng.

4. Penentuan dekorasi dengan flora garnisun d

 

 

 

 

Tumpeng Mini Kamal Muara Kapuk Muara Pejagalan Penjaringan Pluit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat